Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) mengungkap ratusan jemaah Indonesia masih tertahan di sejumlah negara transit usai penutupan jalur udara akibat perang Iran dan AS-Israel.
Ketua Umum Himpuh Firman Taufik mengatakan kondisi jemaah yang berada di negara transit tersebut harus lebih menjadi perhatian. Firman mengungkap jumlahnya mencapai ratusan.
“Terutama adalah yang perlu diperhatikan, jemaah yang posisinya berada di negara transit,” ujar Firman, Senin (2/3).
Dia menuturkan, posisi jemaah di negara transit terbagi dua kategori, yakni mereka yang dalam proses keberangkatan ke Arab Saudi; dan mereka yang transit sepulang dari Arab Saudi menuju Tanah Air.
Menurut Firman, data Himpuh mengungkap mereka yang tertahan dalam perjalanan transit saat ini tersebar di tiga bandara, yakni Doha, Dubai, dan Abu Dhabi.
Data yang kami terima ada jemaah kami yang berada di Qatar saat ini, namun alhamdulillah sudah difasilitasi pihak penerbangan untuk mendapat hotel,” kata Firman.
Selain transit, jemaah yang tertahan sebagian juga merupakan jemaah yang tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. Menurut Firman, jumlahnya saat ini sekitar 800 jemaah.
Namun yang juga perlu mendapat perhatian adalah jemaah yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi.
Masalahnya, kata dia, pihak penyelenggara telah mempersiapkan semua fasilitas dan akomodasi para jemaah di negara tujuan.
Namun, akibat eskalasi yang meningkat, mereka terpaksa harus menunda keberangkatan. Firman meminta pemerintah mengambil langkah solutif untuk semua pihak.
“Harapan ke pemerintah Indonesia, setelah menghimbau menunda keberangkatan Umrah, dibarengi dengan langkah konklusif mengamankan juga resiko biaya yang akan timbul kepada calon jemaah,” ujar Firman.
“Kalau cuma imbauan tanpa solusi, rasanya kurang pas dengan maruah kementerian yang seharusnya selalu hadir untuk jemaah,” imbuhnya. Bg

Leave a Reply