Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menjalani vaksinasi meningitis. Vaksin meningitis tersebut diberikan secara gratis dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.
Pemberian vaksin meningitis merupakan suatu keharusan bagi mereka yang datang ke Arab Saudi. Persyaratan ini sebagai bagian dari upaya pemberian perlindungan sekaligus pencegahan terhadap penularan suatu penyakit.
Para petugas haji pun dengan antusias mengikuti vaksinasi tersebut, terlebih sebagian besar petugas belum menerima vaksin dalam tiga tahun terakhir. Hal tersebut terlihat dari panjangnya antrean para petugas yang hendak divaksin meningitis.
Pengecualian memang diberikan bagi PPIH yang telah menerima vaksin tersebut dalam kurun waktu tiga tahun. Bagi mereka yang dalam waktu tiga tahun sudah menerima vaksin meningitis tidak diwajibkan melakukan vaksinasi sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan, PPIH Arab Saudi 2026 adalah ujung tombak penyelenggaraan haji 2026. Ia pun menyatakan tidak akan menolorerir kegagalan pada penyelenggaraan haji tahun ini.
“Anda semua adalah harapan kami (Kementerian Haji dan Umrah RI). Keberhasilan Anda akan menentukan berhasil atau tidaknya penyelenggaraan haji 2026,” kata Irfan saat berkunjung ke kelas Hubungan Daker Madinah Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Senin (26/1/2026).
Irfan juga menegaskan bahwa kegagalan penyelenggaraan haji tahun ini akan menjadi kegagalan salah satu program Presiden Prabowo Subianto. “Anda gagal berarti salah satu program Presiden Prabowo gagal. Oleh karena itu tidak boleh ada kata gagal di sini,” ujar Irfan.
Irfan pun berharap pendidikan dan pelatihan yang menyisakan empat hari lagi di Asrama Haji Pondok Gede bisa dimanfaatkan oleh para peserta diklat dengan baik. “Semoga (pelatihan) empat hari terakhir nanti bisa menambah pemahaman tugas dan semangat bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian,” kata Gus Irfan.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut, petugas haji yang telah mengikuti Diklat PPIH Arab Saudi sejak 10 Januari 2026 lalu memiliki semangat melayani jamaah haji yang tinggi dan ia juga menyaksikan para petugas haji mendengarkan materi yang disampaikan pemateri dengan seksama.
“Saya juga telah melihat pembagian pola kerja serta pengaturan konsumsi, semuanya sudah dipersiapkan. Insya Allah, dengan persiapan yang lebih matang seperti sekarang ini, kita akan memperoleh hasil yang lebih baik,” harap Gus Irfan.
Gus Irfan menjelaskan, petugas haji yang sudah terbagi menjadi 3 daker yaitu daker Bandara, Madinah dan Mekah akan menjadi perpanjangan tangan negara dan pemerintah dalam melayani 221 ribu jamaah haji Indonesia. “Insya Allah, seluruh wilayah telah tertata. Mudah-mudahan persiapan yang cukup panjang ini dapat menghasilkan capaian yang lebih baik,” jelasnya. (Ym)

Leave a Reply