Permasalahan visa menjadi salah satu kendala signifikan di awal keberangkatan, sehingga perlu persiapan yang lebih matang dari pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) atau Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur.
Tak sedikit jemaah haji yang mengalami masalah visa tidak sesuai saat pengecekan imigrasi (fast track) di Mecca Road Bandara Internasional Juanda.
Akibatnya, beberapa jemaah terpaksa tertunda keberangkatannya lantaran identitas tidak sesuai dengan visa hingga mengalami keterlambatan penerbangan karena masalah visa.
Manager Operasional Saudi Arabia Airlines di Surabaya, Yusuf Rahmani, membenarkan adanya masalah validitas visa pada beberapa jemaah sehingga membuat jadwal penerbangan mundur tidak sesuai jadwal.
“Terkait valid visa, beberapa jemaah identitasnya tidak valid dengan visa yang dipegang,” ungkap Yusuf, Selasa (22/7/2025).
Yusuf menambahkan, evaluasi terkait pemberangkatan haji tahun ini telah disampaikan kepada PPIH Embarkasi Surabaya.
“Salah satunya terkait valid visa. Karena ada beberapa jemaah yang begitu sampai di Mecca Road Juanda, ada yang bermasalah dikarenakan visanya belum valid. Ataupun visanya tidak connect dengan sistem imigrasi Arab Saudi,” jelasnya.
Menurut Yusuf, permasalahan ini diperparah dengan sistem syarikah yang menyulitkan Kemenag dalam mengatur kuota maupun jemaah, terutama terkait visa.
“Itu yang menjadi catatan khusus buat kami untuk rekan-rekan PPIH, mudah-mudahan tahun depan tidak terjadi lagi mutasi in atau mutasi out yang last minute dikarenakan visa yang belum keluar atau tidak valid,” harapnya.
Dampak dari masalah visa ini bahkan menyebabkan keterlambatan pada dua penerbangan dalam dua kloter. Sebanyak 6 orang jemaah sempat tertahan di imigrasi Mecca Road karena terkendala dari visa.
Beruntung, dengan bantuan imigrasi Mecca Road, jemaah tersebut akhirnya bisa boarding dan melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
“Jadi, ada dua flight yang kami tunggu hingga delay 5 dan 8 menit karena kami menunggu untuk bisa boarding dan ke Tanah Suci,” ungkap Yusuf.
Sebelumnya saat pemberangkatan jemaah haji 2 Mei lalu di kloter 1 ada empat orang jemaah yang tertahan saat fast track Mecca Road di Bandara Juanda saat pemeriksaan dokumen paspor dan visa.
Bahkan sampai pesawat yang menerbangkan jemaah haji kloter 1 asal Tulungagung dan Surabaya tersebut take off, keempat jemaah masih tertahan di imigrasi bandara.
Selain itu empat jemaah lainnya masih tertunda keberangkatannya.Juga ada dua orang petugas yang masih terkendala visa yang belum keluar. Namun jemaah tersebut tetap bisa berangkat ke Tanah Suci. (Ym)

Leave a Reply