Komisi VIII DPR RI Minta Pesawat Haji Tidak Delay

Jelang pemberangkatan perdana jemaah haji, Komisi VIII DPR RI mengingatkan maskapai yang membawa jemaah haji agar tidak delay atau menunda penerbangan. Sebab hal itu akan berdampak kepada sewa hotel untuk jemaah haji saat tiba di Madinah.

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menjelaskan, alasan meminta maskapai tidak menunda penerbangan terutama pada kloter-kloter awal karena penyewaan hotel di Madinah hitungan jam bukan hari seperti di Makkah.

“Kalau terlambat ada konsekuensinya, nanti jemaah tidak mendapatkan Arbain karena harus keluar (hotel) lebih awal,” kata Marwan, Sabtu (26/4/2025).

Pada saat koordinasi dengan seluruh penyelenggara ibadah haji, jadwal penerbangan ditentukan oleh maskapai. Marwan berharap perusahaan penerbangan tersebut, tidak melanggar jadwal yang sudah dibuat demi kenyamanan pelaksanaan ibadah haji.

Kloter pertama pemberangkatan jemaah haji pada tahun ini dilaksanakan pada 2 Mei mendatang. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan seluruh persiapan sudah hampir selesai termasuk di Arab Saudi.

Marwan mengatakan saat melaksanakan simulasi di Makkah dan Madinah, ada beberapa hal yang menjadi penekanan. Salah satunya saat melakukan Mabit atau bermalam di Musdalifah tidak keluar dari kendaraan bagi jemaah lansia.

“Ini untuk menghindari kemacetan saat kembali nanti seperti yang terjadi pada tahun 2023 lalu,” kata Marwan.

Dia juga menyampaikan saat berada di Mina akan diterapkan skema Tanazul di mana para jemaah khususnya yang lansia tidak menginap di tenda, melainkan di hotel yang berada disekitaran Mina.

Jarak hotel antara Jamarat atau tempat melempar jumrah juga lebih dekat dari hotel, ketimbang dari tenda Mina. Selain persoalan jarak, jumlah jemaah dan kapasitas tenda Mina jauh berbeda sehingga harus ditempatkan di hotel-hotel. (Ym)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*