Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta Pondok Gede menerapkan layanan inklusif bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Selama di asrama, jemaah difasilitasi dengan sistem jemput bola, guna menjaga kondisi fisik sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Sekretaris PPIH Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Agus Husein, mengatakan penerapan sistem one stop service mempermudah penanganan jemaah rentan. Penempatan kamar juga menjadi salah satu langkah awal yang diprioritaskan.
“Kami menempatkan lansia dan disabilitas di lantai bawah Gedung D1 dan D3, dekat dengan kamar mandi dan dalam jangkauan panitia, sehingga jika terjadi sesuatu bisa segera ditangani,” kata Agus di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selasa, (21/42026).
PPIH juga membatasi aktivitas fisik jamaah dengan melarang berjalan kaki jarak jauh di area asrama. Seluruh mobilitas difasilitasi menggunakan bus berpendingin udara.
Sejak tiba di area penerimaan, jemaah langsung dijemput menuju penginapan. Layanan serupa juga diberikan saat menuju gedung pelepasan dan lokasi pemeriksaan x-ray.
“Mereka tidak berjalan kaki. Jemaah yang menggunakan kursi roda kami antar dengan mobil khusus hingga ke kamar,” ujar Agus.
Selain itu, PPIH bersama tim Balai Kekarantinaan Kesehatan melakukan pemantauan kondisi jemaah secara berkala. Pemeriksaan dilakukan langsung ke kamar untuk memastikan kesehatan jemaah tetap stabil menjelang keberangkatan.
Pelayanan ini sekaligus mendukung imbauan panitia agar jemaah beristirahat total selama di asrama. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stamina menjelang rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci. (Ym)

Leave a Reply