Biaya Haji 2026 Diprediksi Bengkak Imbas Timur Tengah, Pemerintah Tidak Bebankan kepada Calon Jemaah

Menteri Haji dan Umroh Republik Indonesia, KH. Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, terkait dengan pelaksanaan Haji yang terdampak Perang Iran dengan Israel dan AS, ia mengatakan, pihaknya tetap berkomunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi agar pelaksanaan haji tetap lancar.

“Dan sampai saat ini, semua masih sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” jelasnya saat memberikan materi pada Munas X LDII, di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Ponpes Minhaajurrosyidiin, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026).

Gus Irfan mengungkapkan, dampak perang tersebut, mengakibatkan adanya penambahan biaya. “Misalnya tiket pesawat, penambahan biaya dapat mencapai Rp10 juta per jamaah,” imbuhnya.

Gus Irfan mengungkapkan, dampak perang tersebut, mengakibatkan adanya penambahan biaya. “Misalnya tiket pesawat, penambahan biaya dapat mencapai Rp10 juta per jamaah,” imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, Ia mengatakan, Presiden Prabowo berpesan, apapun yang terjadi, pertimbangan utama berangkat atau tidak, adalah pertimbangan keamanan dan keselamatan jamaah haji Indonesia.

“Kedua, jika terjadi penambahan pembiayaan, jangan dibebankan pada jamaah haji. Kami juga mengadakan rakor terbatas dengan Menko Perekonomian dan sedang menghitung. Bagaimana mekanisme pembiayaan jika terjadi perubahan harga,” pungkas Gus Irfan. (Ym)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*