Tingkatkan Kualitas Makanan Jemaah Haji, Menhaj Bawa 600 Bumbu dan Bahan Masakan dari Tanah Air

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia. Selain memastikan makanan bergizi dan aman, pemerintah juga mendorong penggunaan bahan pangan asal Indonesia agar dana haji dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Gus Irfan saat meninjau vendor penyedia makanan jemaah haji di Asrama Haji Jakarta, Kamis (8/1/2026). Dia menyebut kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar pengelolaan dana haji memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia.

Kemenhaj akan menghadirkan konsumsi jemaah haji dengan bahan-bahan yang berasal dari dalam negeri. Berbagai bumbu masakan hingga komoditas pangan pokok diupayakan dapat dipasok dari Indonesia ke Arab Saudi.

“Kami berusaha menghadirkan berbagai makanan, seperti bumbu-bumbu. Kita upayakan bahan-bahan, kalau mungkin beras atau yang lainnya bisa masuk ke Saudi sebagai bahan makanan untuk jemaah haji,” jelas Menhaj.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat peran pelaku usaha nasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi sektor pangan dan industri kuliner Indonesia.

Selain aspek ekonomi, Gus Irfan menekankan pentingnya rasa makanan yang sesuai dengan lidah jemaah Indonesia. Menurutnya, makanan yang familier dapat meningkatkan kenyamanan dan membantu menjaga kondisi fisik jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.

“Jemaah haji kita berharap makanannya itu makanan yang bisa dirasakan oleh lidah Indonesia. Karena itu kita hadirkan cita rasa Nusantara untuk jemaah haji kita,” ujarnya.

pemerintah melibatkan lembaga terkait untuk memastikan konsumsi jemaah tidak hanya lezat, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi.

“Semua ada standarnya, mulai dari jumlah, gramasi, kualitas, terutama juga gizi. Insya Allah aman karena kita sangat ketat dalam mengawasi dan memastikan itu,” tambah Menhaj.

Pada musim haji sebelumnya, kebutuhan bahan pangan mencapai sekitar 400 ton. Tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga sekitar 600 ton, seiring dengan peningkatan layanan dan kualitas konsumsi jemaah.

“Tahun kemarin itu 400 ton lebih, kita perkirakan tahun ini sekitar 600 ton,” kata Menhaj. (Ym)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*