Badan Penyelenggara Haji (BPH) menggelar rapat koordinasi perdana persiapan penyelenggaraan haji 2026/1447H, di Gedung BPH Jakarta, Senin (11/8/2025).
Rapat ini dipimpin oleh Deputi Pengawasan BPH Haji, Harun Al Rasyid, yang dikenal sebagai ex Raja Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam kesempatan itu Harun Al Rasyid mengingatkan pentingnya kesuksesan dan integritas dalam penyelenggaraan haji ke depan.
Asosiasi Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (Asphirasi) hadir dalam rapat tersebut yang diwakili oleh Ketua Umum Amaludin Wahab, Wakil Ketua Umum Haji Ahmad Mutsana, dan Wakil Sekretaris Jenderal Gus Wahyu. Rapat ini juga dihadiri oleh seluruh pengurus asosiasi travel haji dan umrah lainnya.
Ketua Umum Asphirasi, Amaludin Wahab mengapresiasi langkah BP Haji yang melibatkan Asosiasi travel haji umrah dalam koordinasi perisiapan haji 2026.
“Asphirasi mengapresiasi digelarnya rapat Perdana persiapan haji 2026 yang diinisiasi BP Haji,” ujar Amaludin Wahab, Senin (11/8/2025).
Amaludin juga meyakini, penyelenggaraan haji 2026 di bawah BP Haji akan berjalan lebih baik dan sukses.
“Kami yakin BP Haji mampu menyelenggarakan ibadah haji yang sukses, amanah dan akuntable,” pungkasnya.
Dalam rapat tersebut, Dirbina Haji Umrah, Nugraha Setiawan, memaparkan timeline penyelenggaraan haji 2026. Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain, rilis estimasi calon Jamaah Haji Khusus 2026 pada 11 Agustus 2025.
Nugraha menjelaskan, untuk estimasi calon jamaah haji khusus 2026 akan dirilis dengan jumlah 16.305 jamaah.
“Jumlah itu terdiri dari lunas tunda sebanyak 4.015 jamaah, Prioritas Lansia sebanyak 117 jamaah, urut Porsi sebanyak 12.113 jamaah, sedangkan jumlah cadangan Data Jamaah sebanyak 4.838 jemaah,” jelas Nugraha dalam rilis yang diterima majalahnurani.com, Senin (11/8/2025).
Nugraha menambahkan, untuk penyelesaian pembayaran tenda haji ditetapkan 23 Agustus 2025, rapat Penetapan User ditetapkan 11 Agustus 2025 dan Penyiapan Regulasi Haji Khusus pada September 2025
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, Nugraha berharap penyelenggaraan haji 2026 dapat berjalan lancar dan sukses.
“Rapat ini menjadi langkah awal yang penting dalam mempersiapkan haji tahun depan,” pungkas Nugraha. (Ym)
Asphirasi Hadir di Rapat Perdana Persiapan Haji 2026, Optimis Penyelenggaraan yang Lebih Baik
Badan Penyelenggara Haji (BPH) menggelar rapat koordinasi perdana persiapan penyelenggaraan haji 2026/1447H, di Gedung BPH Jakarta, Senin (11/8/2025).
Rapat ini dipimpin oleh Deputi Pengawasan BPH Haji, Harun Al Rasyid, yang dikenal sebagai ex Raja Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam kesempatan itu Harun Al Rasyid mengingatkan pentingnya kesuksesan dan integritas dalam penyelenggaraan haji ke depan.
Asosiasi Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (Asphirasi) hadir dalam rapat tersebut yang diwakili oleh Ketua Umum Amaludin Wahab, Wakil Ketua Umum Haji Ahmad Mutsana, dan Wakil Sekretaris Jenderal Gus Wahyu. Rapat ini juga dihadiri oleh seluruh pengurus asosiasi travel haji dan umrah lainnya.
Ketua Umum Asphirasi, Amaludin Wahab mengapresiasi langkah BP Haji yang melibatkan Asosiasi travel haji umrah dalam koordinasi perisiapan haji 2026.
“Asphirasi mengapresiasi digelarnya rapat Perdana persiapan haji 2026 yang diinisiasi BP Haji,” ujar Amaludin Wahab, Senin (11/8/2025).
Amaludin juga meyakini, penyelenggaraan haji 2026 di bawah BP Haji akan berjalan lebih baik dan sukses.
“Kami yakin BP Haji mampu menyelenggarakan ibadah haji yang sukses, amanah dan akuntable,” pungkasnya.
Dalam rapat tersebut, Dirbina Haji Umrah, Nugraha Setiawan, memaparkan timeline penyelenggaraan haji 2026. Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain, rilis estimasi calon Jamaah Haji Khusus 2026 pada 11 Agustus 2025.
Nugraha menjelaskan, untuk estimasi calon jamaah haji khusus 2026 akan dirilis dengan jumlah 16.305 jamaah.
“Jumlah itu terdiri dari lunas tunda sebanyak 4.015 jamaah, Prioritas Lansia sebanyak 117 jamaah, urut Porsi sebanyak 12.113 jamaah, sedangkan jumlah cadangan Data Jamaah sebanyak 4.838 jemaah,” jelas Nugraha dalam rilis yang diterima majalahnurani.com, Senin (11/8/2025).
Nugraha menambahkan, untuk penyelesaian pembayaran tenda haji ditetapkan 23 Agustus 2025, rapat Penetapan User ditetapkan 11 Agustus 2025 dan Penyiapan Regulasi Haji Khusus pada September 2025
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, Nugraha berharap penyelenggaraan haji 2026 dapat berjalan lancar dan sukses.
“Rapat ini menjadi langkah awal yang penting dalam mempersiapkan haji tahun depan,” pungkas Nugraha. (Ym)

Leave a Reply