Pada 7 Februari 2025 lalu maskapai Saudia Airlines mengumumkan tidak berlaku lagi suntik meningitis untuk calon Jemaah umrah. Namun beberapa hari kemudian ada surat resmi baru yang menyebut suntik meningitis waib bagi calon Jemaah umrah.
Kebijakan yang tidak konsisten itu membuat calon Jemaah bingung. Bahkan Sekjen Asosiasi Penyelenggaraan Haji Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) Muhamad Iqbal Muhajir mengatakan, kebijakan suntik meningitis yang terkesan buka-tutup dicurigai karena ada intervensi dari oknum pebisnis meningitis.
“Kami berharap tidak ada meningitis. Karena Jemaah sudah sehat semua, meningitis ini menjadi kendala bagi jemaah di daerah. Bahkan dijadikan oleh oknum sebagian sebagai jualan mereka buku kuning. Kami berharap tidak ada suntik meningitis,” ujarnya kepada majalahnurani, Senin (10/2/2025).
Iqbal yang juga menjabat direktur Noor Abika Travel ini mengakui awalnya senang dengan kebijakan tidak berlakunya suntik meningitis, namun tidak berlangsung lama muncul surat resmi baru yang kembali mewajibkan suntik meningitis.
“Kemarin kita sempat bahagia karena ada tidak wajib meningitis, tetapi satu hari yang lalu diwajibkan meningitis, ada surat kembali resmi wajib meningitis,” imbuhnya.
Iqba merasa aneh dengan buka-tutup kebijakan suntik meningitis. Ia mengkhawatirkan ada intervensi dari oknum pebinis meningitis yang nakal di balik kebijakan tidak konsisten tersebut.
“Jadi kami mencurigai kenapa ini bisa buka-tutup tidak konsisten, kami takutnya ada intervensi dari Indonesia dari para oknum-oknum pebinis meningitis karena dia sudah order banyak sehingga bisa mengintervensi ke sana dan buka-tutup ini aneh sekail, sudah 2 tahun ini buka-tutup,” pungkasnya.
Iqbal kembali berharap agar suntik meningitis tidak lagi diberlakukan untuk calon Jemaah umrah. (ym)

Leave a Reply