Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan pasar bagi produk pertanian dan peternakan dalam ekosistem haji di Tanah Suci.
Menurut Sudaryono, dengan jumlah jemaah haji yang mencapai sekitar 200.000 orang dan jemaah umrah sekitar 2,5 juta orang per tahun, dapat memberikan nilai tambah yang besar.
“Kami bersepakat, setelah ini kami ada semacam Pokja, bagaimana potensi ekonomi ini bisa dikelola dengan baik,” imbuh Sudaryono saat bertemu dengan Kementerian Haji dan Umrah, dikutip dari keterangan pers, Jumat (10/10/2025).
Lebih lanjut, Sudaryono menuturkan bahwa Pokja yang akan dibentuk nantinya akan merumuskan langkah-langkah strategis untuk memastikan keterlibatan sektor pertanian secara konkret dalam ekosistem ekonomi haji
“Kolaborasi ini juga akan mencakup rekomendasi pengelolaan dan penyediaan bahan baku makanan yang menunjang kebutuhan jemaah haji dan umrah,” kata dia. Menurut Sudaryono, ekosistem ekonomi haji dapat dilihat dari perspektif yang lebih luas bukan hanya soal pengiriman jemaah, tetapi juga bagaimana sektor pertanian dan peternakan.
Bersama Kementerian Haji dan Umrah RI, Kementan akan mengkolaborasikan rekomendasi terkait pengelolaan dan dukungan bahan baku makanan untuk kegiatan haji dan umrah.
“Ini tidak hanya melibatkan kita tim di pemerintahan dalam negeri, tapi juga harus ada negosiasi dengan pemerintahan Arab Saudi,” jelasnya. (Ym)
Wamentan Upayakan Libatkan Sektor Pertanian dalam Ekosistem Haji
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan pasar bagi produk pertanian dan peternakan dalam ekosistem haji di Tanah Suci.
Menurut Sudaryono, dengan jumlah jemaah haji yang mencapai sekitar 200.000 orang dan jemaah umrah sekitar 2,5 juta orang per tahun, dapat memberikan nilai tambah yang besar.
“Kami bersepakat, setelah ini kami ada semacam Pokja, bagaimana potensi ekonomi ini bisa dikelola dengan baik,” imbuh Sudaryono saat bertemu dengan Kementerian Haji dan Umrah, dikutip dari keterangan pers, Jumat (10/10/2025).
Lebih lanjut, Sudaryono menuturkan bahwa Pokja yang akan dibentuk nantinya akan merumuskan langkah-langkah strategis untuk memastikan keterlibatan sektor pertanian secara konkret dalam ekosistem ekonomi haji
“Kolaborasi ini juga akan mencakup rekomendasi pengelolaan dan penyediaan bahan baku makanan yang menunjang kebutuhan jemaah haji dan umrah,” kata dia. Menurut Sudaryono, ekosistem ekonomi haji dapat dilihat dari perspektif yang lebih luas bukan hanya soal pengiriman jemaah, tetapi juga bagaimana sektor pertanian dan peternakan.
Bersama Kementerian Haji dan Umrah RI, Kementan akan mengkolaborasikan rekomendasi terkait pengelolaan dan dukungan bahan baku makanan untuk kegiatan haji dan umrah.
“Ini tidak hanya melibatkan kita tim di pemerintahan dalam negeri, tapi juga harus ada negosiasi dengan pemerintahan Arab Saudi,” jelasnya. (Ym)

Leave a Reply