Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan Peta Jalan AI untuk mengawal pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan akan dirilis dalam waktu dekat.
Pemanfaatan teknologi AI disebut dapat memperkuat kapasitas inovasi akademik di perguruan tinggi, mulai dari riset, pengelolaan data, hingga personalisasi proses belajar-mengajar.
Dalam sesi kuliah umum Telkom University Purwokerto , Wamenkomdigi Nezar Patria mengatakan perguruan tinggi menjadi motor penggerak dalam pengembangan AI. Oleh karena itu, pemerintah tengah mempersiapkan peta jalan agar pemanfaatan AI bisa optimal.
“Posisi perguruan tinggi saya kira sangat strategis dalam mengembangkan potensi AI. Mulai dari kegiatan akademis, operasional, sampai juga dengan kegiatan riset yang berujung pada inovasi komputasi yang unggul di masa depan,” kata Nezar dalam laman resmi Komdigi, dikutip Senin (26/5).
Menurut Nezar, AI dapat membantu personalisasi dan intelligent tutoring system dalam pembelajaran dan mendapatkan feedback secara real time. Selain itu, AI juga dapat meningkatkan efektivitas dalam evaluasi dan monitoring pembelajaran.
“Ini biasa diwujudkan dalam learning analytics atau data driven feedback yang membantu nantinya untuk mendesain kurikulum yang sesuai dan bisa berdampak,” tuturnya.
Untuk meningkatkan pemanfaatan AI di perguruan tinggi, kata Nezar, Komdigi juga menyiapkan infrastruktur digital yang andal, kerangka regulasi dan sumberdaya manusia yang profesional. Komdigi juga memfasilitasi kolaborasi lintas sektor.
“Ini sangat penting jadi satu ekosistem, masing-masing bagiannya menyumbang secara strategis untuk pengembangan AI ke depan. Dalam waktu dua bulan ke depan dan secara paralel kita juga menyiapkan draft dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) untuk pengembangan AI,” jelas Nezar. (Bg)

Leave a Reply