Bulan Ramadan bisa dikatakan menjadi puncak kepadatan jemaah umrah di Arab Saudi.
Meskipun harganya lebih mahal dibanding umrah di bulan lain, sejumlah faktor turut menjadi penyebab mahalnya biaya umrah di bulan Ramadan.
Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), M. Firman Taufik, menyebut tren umrah Ramadan di Indonesia saat ini semakin terbuka lebar. Namun, biaya yang dikeluarkan bisa jauh lebih mahal dibandingkan bulan-bulan lainnya, terutama menjelang akhir Ramadan.
“Di Indonesia, biasanya umrah Ramadan sifatnya on request, tetapi sejak pasca Covid, trennya besar. Banyak anggota HIMPUH bahkan menawarkan paket penuh atau dibagi ke dalam tiga fase: 10 hari pertama, kedua, atau ketiga,” ujar Firman, Selasa (11/3/2025).
Firman menjelaskan bahwa di awal Ramadan, harga paket umrah masih relatif stabil dengan kenaikan sekitar USD 100 hingga USD 200 (Rp1,5 juta – Rp3 juta). Namun, harga melonjak signifikan di 10 hari terakhir, bahkan bisa mendekati biaya perjalanan haji.
“Kalau di awal Ramadan sekitar Rp40 jutaan, di pertengahan bisa naik ke Rp50 jutaan, sedangkan di akhir Ramadan, terutama di hotel bintang 5, bisa mencapai Rp100 juta-an,” katanya.
Kenaikan harga ini terjadi karena pola bisnis hotel di Arab Saudi yang menerapkan sistem pembayaran penuh untuk 10 hari terakhir Ramadan, meskipun kamar hanya digunakan dalam waktu lebih singkat.
“Misalnya, meskipun jemaah hanya menginap dua hari, hotel tetap mengenakan biaya untuk 10 hari penuh. Itu sebabnya harga semakin tinggi,” jelas Firman.
Untuk mengatasi lonjakan harga, HIMPUH menyiasatinya dengan memilih hotel yang lebih jauh dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, namun tetap menyediakan fasilitas transportasi bagi jemaah agar harga tetap terjangkau.
Salah satu faktor yang turut memengaruhi kenaikan harga adalah perubahan pola bisnis umrah di Arab Saudi dari sistem B2B (business-to-business) menjadi B2C (business-to-consumer). Kini, Muslim dari seluruh dunia dapat memesan umrah langsung melalui agen perjalanan daring (OTA) tanpa harus bergantung pada grup travel.
Dengan sistem ini, pemilik hotel lebih memilih menjual kamar secara langsung ke konsumen, yang dinilai lebih menguntungkan dibandingkan sistem pemesanan grup.
Bagi jemaah yang memilih hotel bintang 3 atau 2 dengan lokasi lebih jauh dari masjid, biaya umrah masih bisa ditekan hingga sekitar Rp30 jutaan untuk masa tinggal selama satu bulan. Biasanya, dalam satu kamar akan diisi oleh empat jemaah. (Ym)

Leave a Reply