Alhamdulillah 1.897 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Sudah Dipulangkan

Proses pemulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M resmi dimulai di Asrama Haji Kelas I Surabaya. Berdasarkan laporan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya per 1 Juni 2026, sebanyak 1.897 jamaah dan petugas telah tiba di Tanah Air melalui lima kelompok terbang (kloter) pertama atau sekitar 4 persen dari total jamaah dan petugas yang direncanakan kembali melalui Debarkasi Surabaya.

Total jamaah dan petugas yang direncanakan pulang melalui Debarkasi Surabaya sebanyak 44.000 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 43.237 jamaah, 160 Petugas Haji Daerah (PHD), 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 463 petugas yang tergabung dalam 116 kloter.

Hingga Kloter 5, jumlah jamaah dan petugas yang telah tiba di Debarkasi Surabaya mencapai 1.897 orang. Mereka terdiri atas 1.861 jamaah asal Jawa Timur, 10 PHD, 6 PIH KBIHU, dan 20 petugas kloter.

Berdasarkan data kedatangan, jumlah jamaah dan petugas yang telah kembali terdiri atas 928 laki-laki dan 969 perempuan.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa operasional pemulangan jamaah haji di Asrama Haji Kelas I Surabaya pada hari pertama berjalan lancar dengan dukungan seluruh unsur pelayanan.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jamaah haji pada hari pertama berjalan dengan baik. Seluruh petugas terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal mulai dari kedatangan di bandara hingga penerimaan jamaah di Asrama Haji Kelas I Surabaya, sehingga jamaah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Mohammad As’adul Anam, Selasa (2/6).

Dari aspek ketepatan waktu penerbangan, tercatat tiga kloter tiba tepat waktu dan dua kloter mengalami keterlambatan. PPIH Debarkasi Surabaya terus melakukan koordinasi dengan maskapai, otoritas bandara, dan seluruh unsur pelayanan untuk memastikan kelancaran proses pemulangan jamaah.

Selama operasional debarkasi hingga Kloter 5, tercatat tiga mutasi keluar yang terdiri atas satu jamaah wafat di Arab Saudi dan dua jamaah yang masih menjalani perawatan karena sakit di Arab Saudi. Sementara itu, jumlah kursi kosong (open seat) pada fase awal pemulangan tercatat sebanyak tiga kursi.

PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat masih terdapat dua jamaah yang belum dapat dipulangkan bersama kloternya karena menjalani perawatan medis di Arab Saudi, yaitu Abdul Djalal (67 tahun) asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 1 yang dirawat di RS Al-Noor, serta Mohammad Dzikri Muiz (65 tahun) asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 4 yang dirawat di RS Jeddah.

“Kami terus memantau kondisi jamaah yang masih dirawat di Arab Saudi melalui koordinasi dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia. Semoga seluruh jamaah yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” tutur Mohammad As’adul Anam.

Pada musim haji tahun ini, jamaah termuda Debarkasi Surabaya tercatat atas nama Novelia Madinatun Nur Haffifi (13 tahun) asal Kabupaten Bondowoso. Sementara jamaah tertua adalah Marsiyah Salim (104 tahun) asal Kabupaten Kediri.

PPIH Debarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah haji selama proses pemulangan berlangsung di Asrama Haji Kelas I Surabaya, mulai dari penerimaan kedatangan, pelayanan kesehatan, distribusi konsumsi, hingga proses kepulangan jamaah ke daerah masing-masing. Bg

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*