Berbagai cara unik dan ekstrem dilakukan demi mencapai Makkah, mulai dari berjalan kaki hingga menaiki perahu galon. Fenomena ini pun menuai perhatian publik, termasuk dari Muhammadiyah.
Dua warga asal Demak, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah video mereka viral di media sosial. Dalam video yang diunggah di akun TikTok @mbah.mo195, keduanya menyampaikan niat mereka untuk berjalan kaki menuju Makkah.
Tak hanya berjalan kaki, aksi lain yang tak kalah ekstrem dilakukan oleh dua warga Banyuwangi, Dwian Rahardi Pamungkas dan Kholili Anam. Mereka memilih berangkat ke Makkah dengan menaiki perahu yang terbuat dari galon air. Sebelum berlayar, mereka menggelar doa bersama dan memotong tumpeng.
Menanggapi fenomena ini, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, memberikan pandangannya, Rabu (26/2/2025).
Menurut Dadang, kehidupan yang semakin materialistis dan hedonis turut mempengaruhi pola pikir masyarakat, termasuk dalam urusan ibadah.
“Segala bisa dijadikan ladang uang, termasuk haji, umrah, dan makam mewah,” ujarnya.
Dadang menilai bahwa perjalanan haji dengan berjalan kaki atau menaiki perahu galon bukanlah pilihan murah jika dihitung dari segi transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Ia pun mempertanyakan apakah aksi tersebut murni didorong oleh niat ibadah atau sekadar mencari sensasi.
“Memang bisa dipahami kenapa mereka bertindak begitu. Bisa saja mereka kehilangan harapan karena harus menunggu antrean hingga 20 tahun untuk haji reguler atau lima tahun untuk haji plus,” tambahnya.
Dalam konteks dakwah, Dadang menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang ibadah haji dan cara mencapainya dengan bijak. “Mereka harus disadarkan bahwa mengandalkan popularitas tidaklah abadi. Yang abadi adalah etos kerja dan ketakwaan kepada Allah SWT,” tutur Dadang. (Ym)

Leave a Reply