Pemerintah Lobi Arab Saudi untuk Penambahan Tenaga Kesehatan Haji

Demi memaksimalkan pelayanan kepada jemaah haji yang banyak berasal dari lanjut usia (lansia), Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) mencoba melobi Arab Saudi untuk penambahan tenaga kesehatan (nakes) haji.

Menurut Hilman Latief, Arab Saudi hanya memberikan kuota satu tenaga kesehatan (nakes) untuk satu kloter lantaran adanya kebijakan super ketat dari otoritas Arab Saudi.

Ketua Panja Revisi UU Penyelenggara Haji dan Umrah (RUU PIHU) Singgih Januratmoko menuturkan bahwa satu nakes untuk satu kloter tidak cukup, lantaran mayoritas jemaah haji Indonesia adalah lansia.

“Jadi dengan kondisi jemaah haji kita yang memang sudah rata-rata sudah di atas lansia. harapan itu sebenarnya kurang efektif juga. Harapannya ditambah,” kata Singgih di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Senin, (24/2/2025).

Namun, pihaknya memaklumi hal tersebut, lantaran tidak adanya penambahan kuota dari otoritas Arab Saudi sehingga petugas kesehatan perlu diminimalisir.

“Tapi memang kemarin kan, sementara kan kita baru dapat kuota 2.200 ya kalau nggak salah. Nanti kita harapkan ini baru total, negosiasi lagi bisa supaya kembali seperti semula, 4.400. Kalau itu kan cukup lah,” jelasnya.

Menurutnya, kuota petugas kesehatan sebaiknya kembali seperti aturan semula, namun hal itu perlu menunggu kabar baik dari pemerintahan Arab Saudi untuk mau menambah kuotanya bagi petugas haji Indonesia.

“Per kloter sebenarnya 2-3 ya,” tutupnya. (Ym)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*